Terakhir diperbarui: 9 Oktober 2026 · Oleh FXPayback Research Desk
Jawaban singkat: Minyak melonjak sekitar 5% pada 8 Oktober karena kabar Gedung Putih meminta opsi serangan baru ke Iran dari Pentagon, serangan Iran ke tanker di Hormuz meningkat, dan badai menghentikan produksi di Teluk Meksiko. Brent sempat $105, lalu turun ke sekitar $103 setelah Trump bilang AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela.
Dua hari lalu kita masih bertanya kenapa minyak turun padahal Hormuz tertutup. Sekarang Brent kembali di atas $100 dan grafiknya naik-turun seperti monitor jantung. Kalau Anda short minyak sejak Senin, pasti terasa.
Trader di Jakarta dan Surabaya menanyakan hal yang sama sepanjang malam (WIB): apakah ini awal kenaikan baru, atau cuma lonjakan karena berita yang akan hilang sebelum Jumat? Mari kita bedah.
Apa yang terjadi pada harga minyak 8 Oktober?
Minyak Brent naik ke atas $105 per barel, lonjakan sekitar 5%, sementara WTI naik 5,1% ke sekitar $92,75, menurut Euronews. Pemicunya adalah laporan bahwa Pentagon meminta Komando Pusat AS (CENTCOM) menyelesaikan persiapan untuk kemungkinan kembalinya “operasi tempur besar” terhadap Iran. Belum ada tanggal yang ditetapkan.
Lalu berbalik arah. Lewat Truth Social, Trump menulis bahwa AS “tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum Pemilu Sela”, menurut CBS News. Brent turun dari sekitar $105 ke sekitar $103. Trading Economics masih mencatat Brent naik sekitar 3,7% hari itu, di dekat $103,90.
Kenapa trader kembali khawatir soal pasokan?
Kabar serangan hanya pemantik. Bahan bakarnya sudah ada:
- Serangan ke tanker meningkat. Reuters, mengutip layanan informasi yang dipimpin Angkatan Laut AS, mencatat belasan serangan antara 28 September dan 2 Oktober, seperti dilaporkan OilPrice.com. Minggu lalu jumlah serangan tertinggi sejak perang dimulai.
- Lalu lintas Hormuz sepi. Data Kpler menunjukkan lalu lintas tanker pada 6 Oktober terendah sejak akhir Juli. Sebelum perang, selat ini mengangkut sekitar 20% minyak dan BBM dunia, menurut Reuters via Yahoo Finance.
- Badai memukul pasokan AS. Produsen menghentikan lebih dari 500.000 barel per hari produksi di Teluk Meksiko menjelang badai Isaias.
- Stok AS turun. Data EIA menunjukkan stok minyak mentah turun 3,2 juta barel ke 424,1 juta, hampir dua kali lipat perkiraan analis sebesar 1,7 juta barel.
Rencana G7 melepas 100 juta barel dari cadangan sempat menekan minyak awal pekan ini. Tapi seperti kata Daniel Hynes dari ANZ, pelepasan stok “tidak menciptakan kapasitas produksi baru.” Itu hanya membeli waktu. Tidak memperbaiki Hormuz.
Bagaimana reaksi emas, dolar, dan rupiah?
| Pasar | Level (8 Okt 2026) | Pendorong |
|---|---|---|
| Minyak Brent | ~$103,90 (tertinggi di atas $105) | Kabar serangan, serangan tanker |
| Minyak WTI | ~$92,75 di puncak | Produksi Teluk Meksiko berhenti |
| Emas (spot) | $4.118,63, naik $31,91 | Permintaan safe haven setelah terendah 2 bulan |
| Imbal hasil obligasi AS 10 tahun | 5,32% | Kekhawatiran inflasi akibat minyak |
| USD/IDR | 17.915 (rupiah melemah 28 poin) | Risiko perang, dolar kuat |
Sumber: CNBC (emas pukul 9:00 pagi waktu New York), Euronews, Media Indonesia.
Kenaikan emas terbatas. Ini tarik-menarik yang sama seperti sebelumnya: berita perang mendorong emas naik, tapi minyak mahal memicu inflasi, sehingga The Fed tetap hawkish dan imbal hasil bertahan di atas 5%. Suku bunga acuan The Fed di 3,75%–4,00% setelah kenaikan September, dan pasar futures hanya memperkirakan peluang sekitar 19% untuk kenaikan lagi pada rapat 27–28 Oktober, menurut DailyForex.
Bagi Indonesia sebagai importir BBM, minyak di atas $100 berarti tagihan impor membengkak dan rupiah tertekan. Rupiah sudah mendekati 18.000 lagi, jadi pasangan USD/IDR layak dipantau ketat.
Di mana level kunci minyak dan emas sekarang?
- Brent $105–106: puncak hari Kamis. Penutupan harian di atasnya berarti pasar percaya cerita eskalasi.
- Brent $100: level psikologis utama. Jika jebol lagi, pesan “tidak ada serangan sebelum pemilu sela” yang menang.
- WTI $87,68: support kunci yang bertahan pekan ini, menurut DailyForex.
- Emas $4.066: terendah dua bulan pada hari Rabu, menurut FXStreet. Emas $4.200 adalah resistance pertama di atas.
Soal risiko, kami jujur saja. Pasar ini bergerak karena satu postingan. Brent bergerak sekitar $2 dalam beberapa jam pada hari Kamis, cukup untuk menyapu stop loss ketat pada posisi 1 lot penuh. Kecilkan lot, pasang stop di titik ide Anda terbukti salah, dan hitung dulu dengan kalkulator ukuran posisi sebelum klik buy. Kalau belum baca, artikel kami tentang kenapa minyak turun saat Hormuz tertutup menjelaskan sisi lain dari tarik-menarik ini.
Bagaimana cara menekan biaya trading saat minyak dan emas naik-turun liar?
Hari seperti Kamis berarti lebih banyak transaksi. Anda buy karena berita serangan, kena stop saat Trump posting, masuk lagi saat memantul, lalu hedging dengan emas. Setiap entry kena spread atau komisi, menang atau kalah.
Bagian itulah yang dikembalikan FXPayback. Buka akun broker lewat kami, dan kami kembalikan hingga 90% komisi IB kepada Anda sebagai cashback di setiap lot. Info lengkap ada di halaman rebate forex kami.
Contoh hitungan. Saat artikel ini ditulis, cashback Exness untuk akun Standard adalah $2–3 per lot di forex dan hingga $5–7 per lot di emas. Misalnya bulan ini Anda cukup aktif:
- 30 lot emas × $5 = $150
- 40 lot forex × $2,50 = $100
- Total: $250 kembali, dari transaksi yang memang akan Anda lakukan
Itu $3.000 setahun. Coba volume Anda sendiri di kalkulator rebate. Kami sudah membayar trader sejak 2020, bekerja sama dengan 25+ broker teregulasi, dan penarikan mulai dari $1 saja. Cek bukti pembayaran asli kami sebelum memutuskan.
Mulai dapatkan cashback di setiap lot minyak, emas, dan forex di FXPayback.com
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kenapa harga minyak melonjak pada 8 Oktober 2026?
Ada kabar Gedung Putih meminta opsi serangan ke Iran dari Pentagon, serangan Iran ke tanker di Hormuz meningkat, dan badai menghentikan lebih dari 500.000 barel per hari produksi di Teluk AS. Brent naik sekitar 5% ke atas $105.
Kenapa minyak turun lagi setelah melonjak?
Trump menulis bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela. Kekhawatiran eskalasi langsung mereda, dan Brent turun dari sekitar $105 ke sekitar $103.
Apakah emas naik karena perang Iran?
Hanya sedikit. Emas spot naik sekitar $32 ke $4.118,63 pada 8 Oktober setelah menyentuh level terendah dua bulan. Minyak mahal juga mendorong inflasi dan imbal hasil AS, sehingga kenaikan emas terbatas.
Bagaimana cara menekan biaya saat trading minyak dan emas di pasar yang volatil?
Kecilkan ukuran posisi saat ada berita besar, hindari entry saat spread paling lebar, dan gunakan layanan rebate seperti FXPayback yang membayar cashback di setiap lot, menang atau kalah, dengan penarikan mulai $1.
Peringatan risiko: Trading forex, emas, minyak, dan CFD memiliki risiko tinggi dan Anda bisa kehilangan lebih dari deposit Anda. Harga bisa gap karena berita geopolitik dan bank sentral. Artikel ini hanya untuk informasi dan bukan nasihat keuangan.
